Selasa, 24 Juni 2014

5 Golongan Manusia

Islam adalah agama samawi terakhir, agama islam telah mengakomodir agama-agama samawi sebelumnya dan hanya agama islam yang diridhai Allah ( surat Ali Imran:19)
¨bÎ) šúïÏe$!$# yYÏã «!$# ÞO»n=óM}$# 3 $tBur y#n=tF÷z$# šúïÏ%©!$# (#qè?ré& |=»tGÅ3ø9$# žwÎ) .`ÏB Ï÷èt/ $tB ãNèduä!%y` ÞOù=Ïèø9$# $Jøót/ óOßgoY÷t/ 3 `tBur öàÿõ3tƒ ÏM»tƒ$t«Î/ «!$#  cÎ*sù ©!$# ßìƒÎŽ|  É>$|¡Ïtø:$#  
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Manusia dalam dunia ini sadar ataupun tidak memainkan peranan dalam menjalankan setiap ajaran agama islam. Ada yang menerima, meyakini dan mengamalkan sepenuh hati, ada yang meyakini tapi tidak mengamalkan dan ada pula yang tidak meyakini bahkan menentang setiap ajaran di dalam agama islam. Al Quran memberikan informasi tentang beberapa golongan manusia.
Ø Golongan Mukmin adalah menerima dan meyakini rukun iman(surat Al Baqarah:2-5)
y7Ï9ºsŒ Ü=»tGÅ6ø9$# Ÿw |=÷ƒu ¡ ÏmÏù ¡ Wèd z`ŠÉ)­FßJù=Ïj9 ÇËÈ   tûïÏ%©!$# tbqãZÏB÷sムÍ=øtóø9$$Î/ tbqãKÉ)ãƒur no4qn=¢Á9$# $®ÿÊEur öNßg»uZø%yu tbqà)ÏÿZムÇÌÈ   tûïÏ%©!$#ur tbqãZÏB÷sム!$oÿÏ3 tAÌRé& y7øs9Î) !$tBur tAÌRé& `ÏB y7Î=ö7s% ÍotÅzFy$$Î/ur ö/ãf tbqãZÏ%qムÇÍÈ   y7Í´¯»s9'ré& 4n?tã Wèd `ÏiB öNÎgÎn/§ ( y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÎÈ  
2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,
3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
4. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
5. Mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Ø Golongan kafir adalah menolak rukun iman terang-terangan(surat Al Baqarah:6-7)
¨bÎ) šúïÏ%©!$# (#rãxÿx. íä!#uqy óOÎgøŠn=tæ öNßgs?öxRr&uä ÷Pr& öNs9 öNèdöÉZè? Ÿw tbqãZÏB÷sムÇÏÈ   zNtFyz ª!$# 4n?tã öNÎgÎ/qè=è% 4n?tãur öNÎgÏèôJy ( #n?tãur öNÏd̍»|Áö/r& ×ouq»t±Ïî ( öNßgs9ur ë>#xtã ÒOŠÏàtã ÇÐÈ  
6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang Amat berat.
Ø Golongan Munafik adalah menerima islam secara lahir tetapi hatinya menolak (surat Al Baqarah:8-10)
z`ÏBur Ĩ$¨Y9$# `tB ãAqà)tƒ $¨YtB#uä «!$$Î/ ÏQöquø9$$Î/ur ̍ÅzFy$# $tBur Nèd tûüÏYÏB÷sßJÎ/ ÇÑÈ   šcqããÏ»sƒä ©!$# tûïÏ%©!$#ur (#qãZtB#uä $tBur šcqããyøƒs HwÎ) öNßg|¡àÿRr& $tBur tbráãèô±o ÇÒÈ   Îû NÎgÎ/qè=è% ÖÚz£D ãNèdyŠ#tsù ª!$# $ZÊttB ( óOßgs9ur ë>#xtã 7OŠÏ9r& $yJÎ/ (#qçR%x. tbqç/Éõ3tƒ ÇÊÉÈ  
8. Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
10. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
Ø Golongan musyrik adalah mensyrikatkan Allah (surat Al Baqarah:165 dan Yunus:18)
šÆÏBur Ĩ$¨Z9$# `tB äÏ­Gtƒ `ÏB Èbrߊ «!$# #YŠ#yRr& öNåktXq6Ïtä Éb=ßsx. «!$# ( tûïÉ©9$#ur (#þqãZtB#uä x©r& ${6ãm °! 3 öqs9ur ttƒ tûïÏ%©!$# (#þqãKn=sß øŒÎ) tb÷rttƒ z>#xyèø9$# ¨br& no§qà)ø9$# ¬! $YèÏJy_ ¨br&ur ©!$# ߃Ïx© É>#xyèø9$# ÇÊÏÎÈ  
165. Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
šcrßç7÷ètƒur `ÏB Âcrߊ «!$# $tB Ÿw öNèdŽÛØo Ÿwur óOßgãèxÿZtƒ šcqä9qà)tƒur ÏäIwàs¯»yd $tRàs¯»yèxÿä© yYÏã «!$# 4 ö@è% šcqä«Îm6uZè?r& ©!$# $yJÎ/ Ÿw ãNn=÷ètƒ Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# Ÿwur Îû ÇÚöF{$# 4 ¼çmoY»ysö7ß 4n?»yès?ur $£Jtã šcqä.ÎŽô³ç ÇÊÑÈ  
18. Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada Kami di sisi Allah". Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?" Maha suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).

Ø Golongan murtad adalah keluar dari islam (surat al Baqarah:217 dan an Nisaa’:137)
y7tRqè=t«ó¡o Ç`tã ̍ök¤9$# ÏQ#tysø9$# 5A$tFÏ% ÏmŠÏù ( ö@è% ×A$tFÏ% ÏmŠÏù ׎Î6x. ( <|¹ur `tã È@Î6y «!$# 7øÿà2ur ¾ÏmÎ/ ÏÉfó¡yJø9$#ur ÏQ#tyÛø9$# ßl#t÷zÎ)ur ¾Ï&Î#÷dr& çm÷YÏB çŽt9ø.r& yYÏã «!$# 4 èpuZ÷GÏÿø9$#ur çŽt9ò2r& z`ÏB È@÷Fs)ø9$# 3 Ÿwur tbqä9#ttƒ öNä3tRqè=ÏG»s)ム4Ó®Lym öNä.rŠãtƒ `tã öNà6ÏZƒÏŠ ÈbÎ) (#qãè»sÜtGó$# 4 `tBur ÷ŠÏs?ötƒ öNä3ZÏB `tã ¾ÏmÏZƒÏŠ ôMßJuŠsù uqèdur ֍Ïù%Ÿ2 y7Í´¯»s9'ré'sù ôMsÜÎ7ym óOßgè=»yJôãr& Îû $u÷R9$# ÍotÅzFy$#ur ( y7Í´¯»s9'ré&ur Ü=»ysô¹r& Í$¨Z9$# ( öNèd $ygŠÏù šcrà$Î#»yz ÇËÊÐÈ  
217. Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

¨bÎ) tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä ¢OèO (#rãxÿx. ¢OèO (#qãZtB#uä ¢OèO (#rãxÿx. ¢OèO (#rߊ#yŠø$# #\øÿä. óO©9 Ç`ä3tƒ ª!$# tÏÿøóuÏ9 öNçlm; Ÿwur öNåkuÏökuŽÏ9 KxÎ6y ÇÊÌÐÈ  
137. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya Maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.


Termasuk di golongan manakah kita? Hanya Allah dan dirikita lah yang tahu. Kita berharap pada akhir hidup kita nanti, kita termasuk golongan orang yang mukmin. Amin ya robbal ‘alamin

Minggu, 22 Juni 2014

UNTUK PARA ANAK RAJAWALI YANG BERINDUK AYAM

KISAH ANAK RAJAWALI YANG BERINDUK AYAM
Cerita ini masih aku ingat dan akan selalu aku simpan dalam memori ingatan ku. Cerita ini dicerita oleh seorang guru kimia pada tahun 2007, beliau pak Baihaqy atau panggilan asyiknya pak Boy. Beliau guru yang asik, santai dan pengertian.Pada saat mengajar, beliau melihat kami yang begitu lesu tidak ada semangat. Ketika itu kami duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Langsa. Dengan dalam beliau menatap kami satu per satu, Lalu beliau bertanya:
Pak Boy  : kenapa? Kenapa  kalian gak semangat gtu J !
Siswa        : aduh pak… males kali rasanya belajar kimia. Puyeng kepala pak                                  @_@‼!
Pak Boy  : lho.. gmn sih , kalian uda kelas 3. Bentar lg ujian, nanti kalo terlalu males kalian bisa gk lulus. Baru nangis-nangis..menyesal..
Siswa      : #$%^&*()_....>0<
Pak Boy  : hmm ya udahlah.! Bapak gk mau terlalu maksa Pelajaran kimia gk terlalu penting buat kalian. Kalian kan anak Elektro, kimia gak masok UN dan Ujian Kompetensi. Gi mana kalo bapak cerita aja? Biar pikiran kalian terbuka.
Siswa      : iya pak kita cerita-cerita aja.. hoorreee…
Pak Boy  : dengerin yaaa..cerita ini gk bapak ulang‼
Pak Boy  : di daerah pedalam afrika, tinggal seorang pemuda yang rajin, tekun untuk bekerja. Suatu hari ia pergi ke hutan belantara untuk mencari kayu bakar. Tiba-tiba ia melihat sarang telur “ waahh.. ada telur, sepertinya telur burung. Lumaya bisa buat lauk” Kemudian ia membawa 3 telur burung itu. Setibanya di rumah, ia segera mengolah telur tersebut. Ia hanya mengolah 2 telur saja, sementara 1 telur lagi ia buat eksperimen. Apakah telur ini bisa ditetaskan oleh ayamnya yang sedang mengeram.
Pak Boy  : waktu pun terus berjalan. Tanpa ragu Detik berganti menit menuju jam yang merangkak menuju hari. Tanpa terasa beberapa minggu berlalu telur-telur ayam itu menetas begitu pula dengan telur burung teresebut. Setelah melihat telur menetas dan anak ayam mulai berjalan, secara insting sang induk mengajarkan kepada anak-anak tentang cara bertahan hidup dan mencari makan sesuai dengan pengetahuannya. Sang induk mengajarkan mencari makanan dengan mencakar-cakar tanah, kemudian mematuk makanan dengan parunya dan mengajarkan sesekali saja membuka sayap untuk penyegaran. Begitulah setiap harinya yang di ajarkan sang induk. Sehingga membuat anak-anak ayam paham dan mahir mencakar-cakar tanah dengan kakinya. Begitu halnya dengan anak burung itu.
Pak Boy  : Suatu hari saat anak-anak sudah bernjak besar sang induk mengajak anak-anaknya termasuk anak burung tersebut ke padang rumput.disana terlihat hamparan rumput yang luas berwarna hijau dan langit yang tak bertepi. Saat mereka asyik bermain, anak burung itu melihat kelangit, ia terkejut melihat sekelompok burung terbang dengan indahnya. dalam hati ia berkata “alangkah nikmatnya jika aku bisa terbang seperti mereka, bebas pergi kemanapun aku suka dan menikmati udara bebas”. Saat ia larut dalam lamunannya, tiba seekor anak ayam mengejutkannya dan membuyarkan lamunannya sambil berkata “udahlah gk mungkin kamu bisa terbang, lihat tu induk kita gak pernah ngajarin kita terbang”.
Pak Boy  : Karena masih begitu penasarannya keesokan harinya anak burung itu pergi lagi ke padang rumput untuk melihat burung yang terbang di angkasa, ia terus memantau tiap pergerakan burung-burung itu. Dalam hati ia berkata “aku memilki sayap yang sama besar dengan mereka, kaki ku pun memiliki kuku yang sama dengan mereka”. Tiba-tiba datang seekor anak ayam dan mengatakan “ gk mungkin kamu bisa terbang, lihat induk kita sayapnya hanya di buka sesekali saja dan selalu di dilipat. Kakinya pun hanya untuk mencakar-cakar tanah mencari cacing atau serangga lainnya. Udah lah gak mungkin itu”.
Pak Boy  : Keesokan hari, untuk ketiga kalinya ia pergi ke padang rumput untuk melihat kawanan burung yang terbang. Ia berkata dalam hati “masa sih aku gak bisa? nampaknya aku gak berbeda dngan mereka, kakiku sama seperti mereka dan sayap ku juga sama bersarnya”. Tanpa ragu ia membuka sayapnya dan siap untuk mencoba.
Tiba-tiba untuk kesekian kalinya anak ayam selalu menegur dan menjatuhkan mentalnya dengan berkata “mana mungkin kamu bisa terbang, kamu berbeda dengan mereka, lihatlah induk kita tidak pernah mengajari atau mencoba untuk terbang tinggi dan ia menikmati menghabiskan hidupnya di diatas tanah”.
Pak Boy  : Setelah mendengar perkataan itu anak burung pun meyakininya, ia pasrah, ia menyerah, ia percaya bahwa ia benar-benar tdk akan pernah bisa terbang. Hari-hari
hanya ia lewati dengan cara yang diajarkan induknya. Ia menggubur dalam-dalam keinginannya untuk terbang. Kini ia telah mati, terkubur bersama mimpinya untuk terbang menjelajahi angkasa dan menjangkau luasnya dunia.
Pak Boy  : kalian jangan seperti anak burung itu, padahal ia sama dengan burung yang terbang di langit yang ia kagumi, tak ada perbedaan. Hanya induknya saja yang berbeda. Begitu juga kalian bisa berprestai, sukses, pergi kemanapun kalian suka, meski kalian di lahirkan di keluarga miskin, keterbatasan orang tua bukanlah hambatan. Kita semua memiliki pontensi yang sama.
Pak Boy  : kalian Jangan takut mencoba, jangan menyerah dan jangan dengarkan kata orang yang meruntuhkan semangat mu, keyakinanmu dan mimpimu. Jika mereka bisa seharusnya kamu juga lebih bisa, apalagi kita punya Allah Yang Maha Segalanya‼!

KITA TIDAK BENAR BENAR BENAR TAHU SEBELUM BERTANYA N MENCOBA. SELESAI…