Minggu, 21 Desember 2014

belum berjudul

Kebelum beruntungan ku...
Bukannya tidak terima akan sesuatu yng telah ditetapkan Tuhan, tapi semua itu rasanya menyesakkan jiwa!! Aku tahu kalo Tuhan itu maha tahu, tapi aku yang sok tahu. Tuhan tahu apa yg terbaik buat aku (mungkin kebelum beruntungan ini yang terbaik buat hidup ku) tapi akunya sok tahu mintanya selalu beruntung. Tapi tetep nyesek!!!
Kisah ini berawal dari ketakutan2 ku sejak smp, aku takut setelah tamat sekolah nanti aku bisa gk punya pekerjaan (aku takut masa depanku). Lalu aku melanjutkn studi di stm (smk), dan ketakutan itu semakin menjadi. Setelah menamatkan diri di sana aku coba kuliah di stain. Apa stain..??? Dari stm kok k stain!!! Aduuuhhhh... ya gimana lagi cari yang murah agar bisa di biayai abi dan umi ( alah.. biasanya  panggil bapak  n  mamak pun) . 2007 tes d stain aku gak lulus (kok bisa? Ya bisa, aku gak ngerti bahasa arab). 2008 aku tes lagi dan lulus di stain (horeee,. Kali ini ada bebas seleksi bagi yang nilai rata2 rapornya 7 dan aku..). Kuliah pun berjalan dengan penuh harapan, Nah.. pas menjelang semester akhir dapet tawaran kerja di bimbel (asiikk.. ketakutan sempet sirna) alhamdulillah juga pertengahan tahun 2013 aku selesai kuliah dengan gelar sarjana hukum islam ^_^. Sambil kerja di bimbel akupun ikut tes cpns 2013 dan akupun belum beruntung..
Nasib bimbel itu enggak lama, berhubung juli 2014 akan tutup (ada beberapa sebab harus d tutup) jadi ketakutan ku dulu hadir dengan sosok yang lebih menakutkan jadi aku coba cari kegiatan bisnis (alah2.. bisnis opo to rek).
Sekitar awal desember 2013 bisnis pembesaran kepiteng ( kalo gak salah bahasa acehnya bing), itu kawan yang ajak dia anak kuala langsa temen ku waktu mtsn (smp).Awalnya manis, penuh semangat (kayak semangat 45), dan penuh optimisme. Kami berharap pas imlek harga kepiteng lebih mahal dari bisanya, tapi ternyata eh ternyata harganya biasa aja malah beberapa hari pasca imlek cendrung turun dan kepiteng pun mulai banyak yang mati lantaran kena penyakit. Si kawan yang jadi partner of bussines tiba2 minggat ke medan ikut kerja tempat saudaranya (asem banget ni anak), waktu aku tanyak "kapan dia pulang?", ehh malah enteng dia jawab "kalau lama gimana?" ( ditanya malah balik nanya). Waktu aku tanya uangku gimana? Dia jawab sama toke kepiteng. Mana aku gak kenal ma tu toke ( hal ini di karenakan pengambilan kepiteng diatas jam 11 malam, aku gak ikut lantaran rumah ku jauh). Aku jumpai temennya yang baru aku  kenal sebulan,  pas aku tanyak ke dia bisa uangnya di ambil atau diambil kepiting,  tapi ada suatu sebab aku harus mengambil dalam bentuk kepiting ( ini menyangkut teman yang baru aku kenal itu dengan sang toke). Aku pun melanjutkan pembesaran kepiting dengan teman baru ini, dan.. baru beberapa hari kepiting di masukan kedalam kerambah tiap hari ada aja yang mati ( awalnya kepiteng ini di masukan ke dalam tambak tapi lantaran tambaknya sedang di seterilkan jadinya di masukan ke dalam alur) dahsyatnya lagi belum sempet itu kepiteng dipanen malah kerambahnya jebol dan kepiteng pun lenyap terbawa arus alur. (Haaaa... salam gigit jari dah). Teman baru ini pun gak berani lagi ambil kepiteng, bisnis kepiteng pun selesai pada februari 2014 dengan kerugian dibagi dua (cuma rugi yang didapat jadi rugilh yang dibagi).
Di bulan februari 2014 juga aku gabung di sebual MLM (Multi Level Marketing) di bidang transaksi elektronik ( pulsa hp, pulsa listrik, pulsa PDAM ,dll) selain bisa digunakan untuk pribadi juga bisa di bisniskan (jual pulsa). Aku tertarik karena kelihatan mudah soalnya pulsa udah jadi kebutuhan manusia modern, jadi aku masuk dan daftar dengan 3 mata ( aduh entah karena semangat atau pengen cepet kaya atau entah lah). Awalnya semangat dengan kerja team, buat seminar undang kawan dekat, ajak keluarga, bujuk tetangga sampai lupa rumah. Tapi badai datang menerjang, team pun bubar ntah kemana (karena ini MLM baru jadi masih banyak kekurangan dan ketidak siapan dari pusat). Akhirnya sekitar maret semua itu terhenti (sebenarnya sampai sekarang aku masih jadi member). Harapan terbang melayang dan tak kembali..
Maret 2014, 4 bulan sebelum bimbel benar2 ditutup rekan kerja mengajak berternak bebek petelor. Waktu itu mikirnya jika pelihara 100 ekor kemudian perhari bertelur 80 butir harga perbutir 2000 jadi perhari 160000 dan sebulan Rp 4.800.000 (waauuuuwww... bayangkan jika 500 atau 1000 ekor). Kami pun berpetualng mencari perernak bebek ke aceh tamiang, kami tinjau ke lokasinya dan kami bertemu seorang peternak nya. Setelah berdiskusi dengan beliau dan berpikir beberapa hari kami pun sepakat yang awalnya berkongsi tapi kami memilih berternak sendiri-sendiri. Sebagai langkah awal aku bangun istananya dan aku sediakan makanannya. Daann hari yang ditunggu pun tiba, bebek pesanan kami datang dari perbaungan (sumut) berjumlah 300 ekor (100 punya ayah si kawan, 100 punya kawan dan 100 punya  kuu) . Kata si penjual  bebeknya berumur 3 bulan dan sekitar 2 atau 3 bulan lagi siap bertelur ( apaaaa?? telur, berarti uang, berarti..haha). Setiap pagi sehabis pulang ngantar mamak shooping di pajak(mamak jualan sayur mayur di rumah) dan tak lupa pula aku bawabawa sampah dari sayur (untuk campuran makan bebek) aku pun beri makan
Dengan semangat dan penuh cinta, siangnya giliran ortu yang beri makan, nah sore hari pulang kerja baru aku lagi yang beri makan. Begitulah perputaran waktu yang aku lalui, membeli makanannya di waktu libur kerja, memberi makan, membersihkan kandangnya, mengobati bila sakit. Semua telah tercurahkan baik uang, waktu, tenaga, bahkan keluarga pun ikut memberi bantuan. Hari pun berganti minggu, minggu melangkah kebulan, yang awalnya begitu semangat menjadi lesu. 3 bulan pun berlalu tapi belum ada tanda terang akan sebuah harapan, bebek yang awalnya 100 ekor tersisa 85 ekor  (aku uda berusaha setau dan semampu ku merawatnya) keuanganku makin menipis, tabunganku ( 2 tahun kerja) ludes untuk biaya makannya yang super zuper banyak. Sampai pada bulan juli 2014 dan bimbel pun resmi ditutup dan aku pun sah menganggur tanpa ada kegiatan selain memelihara bebek. Rasa prustrasi, setres, dan galau merambah jiwaku (haaa gimana gak, duet keluar mulu tanpa ada pemasukan). Akhir dari kisah bebek ini dan emang harus diakhiri terpaksa aku jual dengan harga lebih rendah dari harga beli (mau gimana lagi, jual harga tinggi gak laku, jadi biaya makannya anggap aja sedekah buat makhluk Allah) aku cuma jual 60 ekor aja, sisanya  di potong untuk lebaran (eh ternyata daging bebek itu enak lho, apa lagi bebek muda hemm nyam nyam). Sekarang desember 2014 bebek tinggal 10 ekor dan Alhamdulillah 50% bertelur.
Di akhir bulan 6, rekan kerja di bimbel tadi punya ide  mau jual aksesoris (hmm, kata dia aksesoris barangnya gak mudah busuk, dan gak perlu di kasih makan kayak bebek). Karena melihat bebek yang tak meyakinkan lagi dan bingung mau kerja apa pasca bimbel tutup dengan sisa tabungan yang cuma itu-itunya aku pun keluarkan modal untuk beli aksesoris di medan (modalku 100 %, dia gak ada modal lagi lantaran gagal ternak bebek kayak ku, bebek dia di hargai terlalu murah). Bulan juli 2014 kami pun jualan aksesoris di pekanan mulai (mau sewa toko atau kios kecil gak ada modal). Awal jualan berjalan bagus, (semangat lalu tercipta, seperti matahari yang muncul setelah awan gelap) aksesoris pun tersisa tak terlalu banyak lagi jadi aku pinjam uang ortu untuk namabah modal untuk belanja kami yang kedua. Pasca lebaran idul fitri kami buat rencana untuk memiliki becak sebagai tempat akseaoris (karena waktu jualan sebelumnya agak susah apa lagi kalo hujan). Kebetulan aku masih ada uang hasil penjualan bebek, jadi uang itu aku belikan sepeda motor dan kami jadi kan becak untuk jualan aksesoris. Waktu pembuatan memakan waktu yang panjang dan akhirnya becak kami pun siap tempur. Setelah semua perlengkapan siap ternyata si kawan sudah mendapatkan pekerjaan baru sebagai akademik dan pengajar di sebuah bimbel. Waktunya full di habiskan di bimbel yang baru ini, dari  pagi sampe malam, dari senin hingga sabtu (sampe kagak ada waktu untuk menjalan kan bisnis ini). Melihat keadaan yang gak meyakinkan lagi, aku pun gak mau maksa dia untuk meninggal pekerjaannya di bimbel lantaran dia emang suka dengan dunia pendidikan sesuai dengan titel kesarjanaannya dan usianya pun udah layak untuk berkeluarga sehinggga dia butuh pekerjaan tetep untuk masa depan yang dia tatap. Barangpun aku pajang di kios ortu ku (alhamdulullah, ada juga yang beli walau seminggu sekali) dan becak pun terdiam membisu di parkiran belakang rumah. Bisnis akseaoris pun sepertinya gak bakal berjalan lagi, hutang belum terlunasi dan becak hanya jadi koleksi.
Akhir oktober tuhan mempertemukan aku dengan seorang teman baru, ternyata dia sewa kios untuk jual pulsa dan kartu perdana (hmm padahal dia sarjana keperawatan, tapi katanya dia lebih cendrung ke bisnis). Akupun sering main ke kiosnya (yaa sekedar sharing info kerja sama ngisi waktu nganggurku aja) karena kesringan cerita aku iseng2 tanyak ada kios yang desewakan gak ya, langsung dia jawab kios ini aja pake bayar aja sisa sewanya 3 bulan lagi (hmm pas juga ni untuk pajang aksesorisku dan sambil jual pulsa). Dia melepas kios itu lantaran dia ingin bisnis kuliner, pisang bakar (katanya sih dia seneng manggang memanggang gitu). Pertengahan bulan november 2014 aku pun resmi menyewa kios dan jualan aksesoris, pulsa dan kartu perdana, sampe sekarang cerita ini aku tulis pertengahan desember 2014.
Selain cerita usahaku yang jatuh dan jatuh lagi, ada cerita lainnya dimana aku melamar pekerjaan tetap (aku juga berusaha kembali kedunia elektronika ku dulu seperti d stm, tapi jiwaku tak disitu) aku menunggu kabar pembukan cpns 2014 (cpns 2013 aku udah ikutan tapi belum beruntung, siapa coba yang gak kepengen jadi pns semut pun aku rasa mau hehe). Pas pendaftaran cpns di buka gak ada pula formasi yang pas untuk titel kesarjanaan ku, kalo ada pun cuma satu paling mentok 2 atau formasi untuk semua jurusan (haduh.. kesempatan jadi pns pun semakin kecil). Keputusannya kau ambil formasi semua jurusan cpns pemkab atim. Aku juga coba melamar di pt. Mandala multifinance dan juga di enumerator comfas survey meter (kerjanya sistem kontrak, pekerjaan lapangan dan penempatannya di seluruh aceh, tapi aku gak tahu ini perusahaan apa cuma ikutan kawan aja).
Akhir Oktober 2014 setelah mengikuti wawan cara di pt.mandala ternyata aku dinyatakan tidak lulus (haaa.. yasudahlah), ketika itu surver meter juga belum ada panggilan dan ujian cpns pun masih entah kapan. Beberapa hari sebelum pengumuman kelulusan di pt.mandala, temen kuliah kasih info bank BRI buka lowongan kerja. Awalnya sih gak berminat, tapi dari pada nasib udah gak jelas mending sikat aja. Dan aku pun ikutan melamar di bank BRI.
November 2014, bulan yang penuh kegalauan dengan 2 pilihan. Pilihan pertama pilih kerja kontrak 4 bulan di survey meter (eh,, ternyata aku lulus lho di survey meter seteleh sebulan sebulan nunggu kabare) dan meninggalkan ujian cpns di bulan novermber (kesempatan cpns datengnya tahunan), meninggalkan ikut tes lanjutan d bank bri (seminggu setelah kirim berkas, aku di panggil untuk ikut wawan cara sob) dan gak jadi buka kios (bulan november awal buka kios aksesoris dan pulsa). Nah pilihan keduanya adalah gak ikut kerja di survey meter dan milih ikut tes cpns, tes lanjutan BRI dan buka kios. Menurut ku pilihan ini berat, sempet bimbang nentuin mana yang terbaik. Dan sampai akhirnya aku ambil dengan pilihan kedua dengan segala resikonya.
Pertengahan november aku jadi buka kios, alhamdulillh aku di panggil ikut tes lanjutan BRI (ujian psikotes d banda aceh) dan setelah ujian psikotes akupun ikut ujian cpns di kota idi kabupaten aceh timur.
Sekarang desember 2014, aku memetik hasil dari pilihan ku setelah ujian psikotes BRI ternyata aku belum ada panggilan sementara denger kabar beberapa orang sudah di panggil untuk wawancara akhir (hmm apa itu artinya aku gak lulus ya?), ujian cpns pun hasilnya gak maksimal tes intelejensi umumku cuma dapat nilai 60 padahal grade nya 75 (jadi gak meyakinkan). Saat ini aku duduk disini, dikios kecil pinggir jalan sudirman kota langsa...
Yang tersisa hanyalah puing2 pengalaman yang harus di kumpulkan menjadi satu , satu bagian cerita,. dia adalah sang guru dan tugas sang guru  adalah membimbing langkah ku kedepan bukan menghentikan impianku.  Bagaimanapun juga menyerah bukanlah pilihan. Aku percaya Tuhan akan memberi rezeki pada semua mahluknya, karena emang hanya Allah yang memberi rezeki itu
Satu tahun penuh dilanda kebelumberuntungan, aku benar2 berharap di tahun depan 2015 aku menemukan jalanku, jalan yang lebih baik. berharap... berharap... berharap!!!

1 komentar:

  1. Best casino site in 2021
    1. luckyclub bet365. The official website of bet365.com, offering betting tips and predictions for over 200 sports. bet365.com Bet £10 Get £30 in Free Bets!

    BalasHapus