Ceita ini saya kutip ( suka kali ngutip2, emang sampah ^_^ ) dari sebuah buku. Cerita tentang seorang yang memohon kepada nabi isa untuk dijadikan teman seperjalanan beliau (dalam perjalanan di padang sahara)
Nabi isa mengabulkan permohohanan tersebut. Keduanya lalu bersama-sama melakukn perjalanan hingga tiba di pinggir sebuah sungai. Mereka duduk disana dan menyantap bekal makanan. Mereka mempunyai 3 potong roti. Mereka memakan 2 potong roti itu sehingga masih tersisa satu potong lagi. Nabi isa pergi ke sungai untuk meminum air.
Namun ketika kembali, beliau tidakmenemukan sisa potong roti. Beliau bertanya kepada teman perjalanannya, "siapa yang mengambil roti itu?"
"Saya tidak tahu" jawabnya.
Setelah itu mereka berdiri dan melqnjutkan perjalanan. Nabi isa melihat seekor rusa sedang berjalan bersama anak-anaknya di gurun. Beliau memanggil salah satu anak rusa tersebut yang kemudian mendatangi nabi isa. Setelah berada di dekatnya, nabi isa langsung menyembelihnya, memasak dagingnya, dan menyantap bersama teman seperjalanannya.
Lalu nabi isa mengatakan kepada anak rusa yang telah disembelihnya itu, "bangkitlah atas izin Allah!"
Anak rusa itu kembali hidup dan kembali ke induknya.
Nabi isa bertanya kepada teman seperjalanannya, "jujurlah kepada orang yang telah menunjukan mukjizat seperti ini kepada mu. Saya bersumpah dan katakanlah, siapa yang telah mengambil sisa roti?"
Orang itu tetap mengatakan, "saya tidak tahu."
Keduanya kembli melakukan prjalanan hingga tiba disebuah gurun. Disana nabi isa dan teman seperjalanannya duduk-duduk. Nabi isa mengumpulkan segenggam tanah, lalu mengatakan, "denagan ijin Allah, jadilah emas!"
Segenggam tanah itu berubah menjadi emas. Nabi isa membagi emas itu menjadi 3 bagian dan mengatakan kepada temannya, "satu bagian emas ini untuk ku, satu bagian untuk mu, dan satu bagian lagi milik orang yang mengambil sisa roti."
Orang itu segera mengatakan, "akulah yang telah memakan roti itu."
Mendengar itu nabi isa langsung berkata, "semua emas ini adalah milik mu. Engkau adalah penyembah dunia, bukan teman sepsrjalananku."
Nabi isa lalu berpisah dengan orang itu.
Tiba-tiba orang itu melihat 2 orang laki-laki berjalan kearahnya. Melihat butiran emas yang ada dalam genggamannya, merdka berdua berniat merampas dan membunuhnya . Orang itu brekata kepada mereka, "jangan bunuh aku! Mari kita bagi 3 emas ini."
Mereka pun menerima usulan ini.
Setelah beberapa lama, ketiga orang itu mengutus salah seorang diantra mereka ke kota untuk membeli makanan.
Orang yang diutus untuk membeli makanan itu berkata kepada dirinya sendiri, "saya akan meracuni makanan kedua orang itu. Karenanya saya akan memiliki emas itu sendirian."
Sementara itu, 2 orang yang duduk disamping emas saling berunding, "kalau si fulan datang kita langsung membunuhnya dan emas ini kita bagi 2."
Kedua orang itu sepakat untuk membunuh orang ketiga.
Ketika orang itu datang dari kota sambil membawa maKanan , dua orang lannya langsung membunuhnya. Kemudian dengan perasaan senang dantenang, mereka berdua menyantap makanan yang sebenarnya sudah dibsubuhi racun itu. Tak berapa lama, keduanya pun keracunan dan tewas mengenaskan.
Dalam pengembaraanya, nabi isa melihat ketiga orang itu mati di samping onggokan emas. Beliau berkata kepada sahabatnya , "inilah dunia. Maka berhati-hatilah kalian.
Sekian, spenggal cerita yang saya pungut dari bukunya Muhammad Muhyidin dalam bukunya Gebet Kaya?! Berdzikirlah..!! Moga bermanfaat bagi pencari kaya dan kesuksesan!!
HIDUP adalah perjalan dari keburukan menuju kebaikan, dari ketidak tahuan menuju keilmuan. tanpa perjalanan tak akan ada perubahan
Kamis, 11 Desember 2014
Minggu, 02 November 2014
Penyakit Jasmani VS Penyakit Rohani
Kita manusia ini terdiri dari dua komponen pokok, yaitu jasmani dan rohani. Baik jasmani, baik rohani perlu dirawat. Tetapi jujur saja kecendrungan kita merawat jasmani jauh lebih besar dari pada keinginan kita merawat rohani. Kalo jasmani kita sakit, ribet (sibuk bukan kepalang) tapi kalo rohani kita yang saket kita sering tenang-tenang. Jasmani kita hiasi dengan yang mahal-mahal, rohani jarang sekali kirta berfikir menghiasinya. Sakit jasmani kita cari dokter spesialis, sakit rohani kita sering tenang-tenang. Padahal penyakit rohani lebih dahsyat dari pada penyakit jasmani.
Pertama kalo penyakit jasmani dokternya banyak, seperti kanker (ada gk dokternya?), ginjal, jantung, bisa dipastikan ada banyak dokternya, tapi ada gak dokter yang mengobati sombong? Mengobati pelit? Bisa dipastikan tidak ada dokternya.
Kedua, kalo penyakit jasmani yang punya lebih tau dari orang lain (missal, sakit bisul tentu kita lebih tau dari orang lain) tapi kalo penyakit rohani orang lain sering lebih tau dari yang punya (missal kita pelit, kadang kita tidak tau tu kalo kita pelit, justru orang lain yang lebih tau “Wah kamu pelit”, atau sombong keseringan orang lain lebih tau dari yang punya.
Ketiga, yang paling dahsyat sehebat-hebatnya penyakit jasmani Cuma merusak dunia. Orang diserang penyakit jantung, di dunia terasa sakit dan meninggal sedang kan akibat akhirat tidak ada. Tidak ada orang masuk neraka karena sakit jantung, kanker, flu dan lain-lain (penyakit jasmani hanya berakibat di dunia). Tapi penyakit rohani (hati) dapat merusak dunia menghancurkan akhirat. Orang diserang penyakit sombong di dunia dia dijauhi orang sedangkan di akhirat neraka tempatnya, diserang penyakit pelit (bagaimanapun juga kita tidak suka dengan orang pelit walaupun terkadang kita juga pelit)di dunia dijauhi orang di akhirat jelas tempatnya. Oleh karena itu Imam Ghazali heran, kalo diserang penyakit jasmani kita sibuk bukan kepalang padahal penyakit itu hanya merusak dunia, tapi kalo diserang penyakit rohani(hati) kita kadang-kadang tenang padahal itu merusak dunia dan celaka di akhirat.
Salah satu penyakit rohani adalah SOMBONG…. Mahluk yang pertama sombong itu adalah iblis ketika menolak diperintahkan sujud kepada Nabi Adam karena merasa diciptakan dari api sedangkan adam dari tanah, api lebih baik dari tanah. Kemudian Allah mengeluarkan iblis dari surga dikarenakan kesombongannya.
Surat Al A’raf: 11-13
11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.
12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah".
13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina".
Iblis diusir dari surga karena sombong, yang sudah berada di surga sombong langsung Allah usir, kemudian bagaimana kita yang masih di dunia yang sombong entah akan diusir kemana kita tidak tahu.
Pada waktu diusir dari surga, iblis melakukan deklarasi “ini gara-gara adam ni saya diusir dari surga, maka sejak hari ini saya mohon diberi kesempatan Tuhan, untuk menggelincirkan anak cucu adam, saya akan goda mereka dari kiri, dari kanan, dari depan dan dari belakang sampai mereka keluar dari jalan Mu sehingga mengikuti jalan saya”. Sejak saat itu upaya iblis itu tidak lain menggelincirkan anak cucu nabi Adam agar keluar dari jalan Allah. Iblis mengkalungkan di leher kita sifat-sifat penyakit hati.
Surat Al A’araf 14-18
14. Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".
15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh."
16. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
17. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
18. Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya Barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".
Inilah sedikit tentang penyakit jasmani dan penyakit rohani, bagaimana pun juga penyakit rohani (hati) jauh lebih dahsyat dari penyakit jasmani. Untuk mengetahui apakah kita terkena penyakit rohani, kita harus sering bertanya kepada orang lain karena orang yang tahu apakah kita termasuk orang yang sombong, pelit, dengki, pemarah, pendendam dan sebagainya. Selalu waspada akan jebakan-jebakan dari iblis, iblis senantiasa menggoda manusia dari yang alim sampai yang awam, dari yang kaya sampai yang miskin, dari pemimpin sampai yang dipimpin. Wallahu’alam bissawab…
Source: Ceramah KH Zainuddin MZ (30 Agustus 2010/20 Ramadhan 1431H)
Pertama kalo penyakit jasmani dokternya banyak, seperti kanker (ada gk dokternya?), ginjal, jantung, bisa dipastikan ada banyak dokternya, tapi ada gak dokter yang mengobati sombong? Mengobati pelit? Bisa dipastikan tidak ada dokternya.
Kedua, kalo penyakit jasmani yang punya lebih tau dari orang lain (missal, sakit bisul tentu kita lebih tau dari orang lain) tapi kalo penyakit rohani orang lain sering lebih tau dari yang punya (missal kita pelit, kadang kita tidak tau tu kalo kita pelit, justru orang lain yang lebih tau “Wah kamu pelit”, atau sombong keseringan orang lain lebih tau dari yang punya.
Ketiga, yang paling dahsyat sehebat-hebatnya penyakit jasmani Cuma merusak dunia. Orang diserang penyakit jantung, di dunia terasa sakit dan meninggal sedang kan akibat akhirat tidak ada. Tidak ada orang masuk neraka karena sakit jantung, kanker, flu dan lain-lain (penyakit jasmani hanya berakibat di dunia). Tapi penyakit rohani (hati) dapat merusak dunia menghancurkan akhirat. Orang diserang penyakit sombong di dunia dia dijauhi orang sedangkan di akhirat neraka tempatnya, diserang penyakit pelit (bagaimanapun juga kita tidak suka dengan orang pelit walaupun terkadang kita juga pelit)di dunia dijauhi orang di akhirat jelas tempatnya. Oleh karena itu Imam Ghazali heran, kalo diserang penyakit jasmani kita sibuk bukan kepalang padahal penyakit itu hanya merusak dunia, tapi kalo diserang penyakit rohani(hati) kita kadang-kadang tenang padahal itu merusak dunia dan celaka di akhirat.
Salah satu penyakit rohani adalah SOMBONG…. Mahluk yang pertama sombong itu adalah iblis ketika menolak diperintahkan sujud kepada Nabi Adam karena merasa diciptakan dari api sedangkan adam dari tanah, api lebih baik dari tanah. Kemudian Allah mengeluarkan iblis dari surga dikarenakan kesombongannya.
Surat Al A’raf: 11-13
11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.
12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah".
13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina".
Iblis diusir dari surga karena sombong, yang sudah berada di surga sombong langsung Allah usir, kemudian bagaimana kita yang masih di dunia yang sombong entah akan diusir kemana kita tidak tahu.
Pada waktu diusir dari surga, iblis melakukan deklarasi “ini gara-gara adam ni saya diusir dari surga, maka sejak hari ini saya mohon diberi kesempatan Tuhan, untuk menggelincirkan anak cucu adam, saya akan goda mereka dari kiri, dari kanan, dari depan dan dari belakang sampai mereka keluar dari jalan Mu sehingga mengikuti jalan saya”. Sejak saat itu upaya iblis itu tidak lain menggelincirkan anak cucu nabi Adam agar keluar dari jalan Allah. Iblis mengkalungkan di leher kita sifat-sifat penyakit hati.
Surat Al A’araf 14-18
14. Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".
15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh."
16. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
17. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
18. Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya Barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".
Inilah sedikit tentang penyakit jasmani dan penyakit rohani, bagaimana pun juga penyakit rohani (hati) jauh lebih dahsyat dari penyakit jasmani. Untuk mengetahui apakah kita terkena penyakit rohani, kita harus sering bertanya kepada orang lain karena orang yang tahu apakah kita termasuk orang yang sombong, pelit, dengki, pemarah, pendendam dan sebagainya. Selalu waspada akan jebakan-jebakan dari iblis, iblis senantiasa menggoda manusia dari yang alim sampai yang awam, dari yang kaya sampai yang miskin, dari pemimpin sampai yang dipimpin. Wallahu’alam bissawab…
Source: Ceramah KH Zainuddin MZ (30 Agustus 2010/20 Ramadhan 1431H)
Senin, 25 Agustus 2014
Pemuda Dalam Islam
Pemuda Dalam Islam
Pada masa awal perjuangan
Rasulullah, beliau ditemani oleh para sahabat yang masih muda, tahan banting,
siap susah, dan siap menderita. Itulah yang Indonesia perlukan, pemuda yang mau
mengisi kemerdekaan bukan hanya sekedar menikmati kemerdekaan. Bagaimanapun
kemerdekaan Negara kita ini dicapai dengan keringat, air mata, darah dan nyawa.
Bukan “sim salabim abra kadabra” kita merdeka dan juga bukan kadonya belanda
atau pemberian jepang tetapi keringat, air mata, darah dan nyawa lah pengorbanannya
dari orang-orang tua kita yang mereka sendiri tidak sempat manikmati
kemerdekaan ini. Untuk kita mereka berurai airmata, mereka mengalirkan darah,
dan untuk kita mereka korbankan nyawa yang Cuma satu-satunya tanpa mereka
sempat menikmati kemerdekaan ini. Sungguh kurang ajar betul kalau darah suci
mereka kita kotori dengan perbuatan yang tercela di atas republic tercinta ini.
Sebagai anak muda generasi penerus
bangsa, kudu tahan banting, siap mental, sanggup mengatasi segala situasi,
tidak lentur dan luntur. Ibarat nya ikan hidup, ikan yang hidup di laut itu 3
tahun terendam air asin tidak ikut menjadi asin. Tapi begitu dia mati, ikan
mati bagai mana keadaan yang ia dapat kalau di diberi garam jadilah ikan asin,
dan kalo di beri asam jadilah ikan gulai. Tentu kita tidak ingin jiwanya
seperti ikan mati, kalau deket sama ustad bawaannya kalem kaya ustad, deket
tukang maksiat ikutan maksiat. Jika jiwanya mati mudah diasem dan digaremi
lingkungan, tidak punya kepribadian. Itulah banyak yang terjadi pada pemuda
saat ini, ketika ramadhan alim, selesai ramadhan selesailah alimnya.
Kebanyakan pemuda sekarang salah
dalam mencari idola akibat dari abad intertain, yang diidolakan adalah
pergaulan bebas, berpaikain seenaknnya sendiri dan mengidolakan kepribadian
yang rusak. Tanpa ragu kadang-kadang menggunakan lebel agama, nikah di Masjidil
Haram pulang dua bulan cerai. Agama hanya dijadikan trend, kalau lagi trend
umroh ikutan umroh setelah itu kacau lagi tanpa ada perubahan istilahnya Umroh
ToMat (di sana Tobat, begitu pulang kuMat)
Nabi kita Muhammad saw modal utama
perjuangannya adalah akhlakul karimah, memperbaiki akhlak dengan akhlak.
Selayaknya semboyan menegakkan demokrasi dengan cara yang demokratis.
Rasulullah memiliki budi pekerti yang luhur dan dipuji oleh Allah. Dimanapun
juga kehancuran suatu bangsa selalu dimulai dengan kehancuran akhlaknya,
terutama akhlak generasi mudanya. Generasi dibawah usia 40 tahun yang
kesehariannya dilanda gaya hidup hedonis, materialis, bahkan nyaris
individualis. Jika tidak ditanami nilai-nilai akhlak akan semakin
mengkhawatirkan. Bagaimanapun juga taknologi itu tidak ada yang bahaya, yang
bahaya adalah manusianya, tenologi kita perlu tapi tergantung orang yang
menggunakannya. Hala ini seperti pisau yang kalo dipegang orang yang beriman
paling jauh leher ayam yang dipotong. Tapi kalau yang memegang preman, leher
temenya pun ikut dipotong. Pisaunya sama, penggunaanya yang berbeda karena
tangan yang memegang berbeda. Sama halnya dengan teknologi yang di gunakan anak
tanpa nilai moral, maka teknologi bisa menjadi bom waktu buat kita semua.
Dalam berjuang rasulullah lebih
mengutamakan akhlakul karimah (budi pekerti yang luhur), apalagi disekolah
sekarang pendidikan budi pekerti jangan sampai menurun agar sikap anak kepada
orang tua atau guru tidak hilang rasa hormat. Karena kehancuran suatu bangsa
dimulai dari kehancuran moral, terutama moral generasi mudanya.
Pemuda harus mamapu membangun
kebersamaan, sebagaimana rasulullah dalam perjuangannya didampingi oleh
berbagai sosok yang mewakili figure social. Kadang pemuda sering merasa
superior, merasa hebat sendiri, lalu merasa gak perlu sama yang lain. Kita ini
adalah sebuah mata rantai yang berkaitan, sehebat apapun kita tetap merupakan
produk masa lalu. Karena itu yang terbaik adalah prinsip pendidikan kita (Ing Ngarso Sun Tuladha Ing Madya Mangun Karsa Tut
Wuri Handayani/ kalo di depan
bisa jadi contoh, kalo ditengah bisa menggugah semangat dan yang dibelakang
memberi dukungan) lain halnya dengan mental rusak, kalau di depan dia macet,
ditengah yang depan di dorongin yang dibelakang ditendangi dan kalau di
belakang dia takut. Jadi dalam konteks situasi sekarang harus mampu menggalang
semangat kebersamaan, apalagi menjaga, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan
tidak kalah beratnya dengan berjuang merebut kemerdekaan itu sendiri.
Diperlukan yang namanya kebersamaan betapa dan siapapun kita tetap memerlukan
orang lain. Salah satu cita-cita kemerdekaan itu agar kita satu nusa, satu
bangsa, dan satu bahasa yang artinya cita-cita untuk kebersamaan, tidak ada
orang yang hebat sendiri dalam kerja keras membangun Negara. Untuk kerja yang
paling enteng seperti ketawa kita memerlukan orang lain, coba lihat jika ada
orang yang ketawa sendirian pasti kita menilai dia sudah tidak waras. Itulah
bukti begitu pentingnya orang lain dalam kehidupan kita.
Dalam hal kebersamaan ini dalam
masyarakat Indonesia diibaratkan 5 jari yang jika kompak apa saja akan
terpegang, seperti menulis akan cepat, tinju bisa, badminton ayo. Itu dapat
terjadi jika kita kompak, coba jika tidak kompak makan nasi pakai jempol saja
mungki sepiring bisa 3 hari selesainya. 5 jari kita yaitu terdiri dari :
1.
Jempol
diibaratkan pemerintah, dan legalitas (kalau sudah ada cap jempol artinya sudah
sah) kerja apa saja kalau pemerintah sudah angkat jempol keatas berarti
pekerjaan kita disetujui dan bagus tapi jika jempol kebawah pakerjaan kita
berakhir karena tidak disetujuinya. Siapkan diri kita dan anak kita menjadi
jempol, jadilah pemimpin apapun itu jangan jadi penonton di lapangan sendiri, dan
jangan jadi tamu dirumah sendiri. Ini negeri kita, kemerdekaan ditegakkan
dengan keringat, air mata, darah dan nyawa orang-orang tua kita.
2.
Telunjuk,
digunakan untuk menunjuk diibaratkan orang-orang kaya pemegang modal (owner)
untuk menggerakkan roda perekonomian kita. Dimana-mana kalau orang kaya yang
nunjuk pasti lancar dengan telunjuknya saja dia bisa memerintahkan apa saja
yang ia mau, itulah orang kaya, tapi kalau orang miskin nunjuk-nunjuk ditekuk
orang dan gak ada yang dengerin.
3.
Jari
tengah, dia selalu netral tidak kekanan dan kekiri menjadai penyeimbang. Ini
adalah para penegak hukum milik semua golongan dan milik rakyat selalu
ditengah, tidak boleh ikut-ikutan dalam politik. Saat kita main suit maka jari
tengah tidak bisa di pakai, karena ia memang tidak boleh ikut main-main, ia
adalah penyeimbang.
4.
Jari
manis, diibaratkan anak muda, masa muda adalah masa paling manis dalam hidup.
Semua harapan adalah milik para anak muda, seperti harapan umat, harapan
bangsa, harapan agama, harapan Negara, dan juga harapan pemudi.
5.
Yang
terakhir adalah jari kelingking, jari paling kecil diibaratkan kaum perempuan.
Walaupun kecil tapi wilayah operasinya luas dimana aja dia bisa masuk. Jempol
yang besar hanya bisa dikalahkan dengan kelingking
Generasi yang paling buruk adalah
generasi pemalas kalau tampak orang lain lebih hebat dari dia, dia sebutlah kehebatan
nenek moyangnya. Sementara generasi yang paling baik adalah generasi yang punya
kejayaan masa lalu dan mampu menegakkan kejayaan yang baru untuk dirinya.
Pesan rasulullah umat ku hanya bisa
menjadi baik hanya dengan ilmu dan harta artinya dengan pendidikan dan ekonomi.
Semoga standar ini menjadi potret untuk para generasi selain ada lab bahasa,
lab fiska dan biologi juga ada lab rohani sehingga benar-benar generasi muda
iqro’(membaca)nya tidak berpisah dengan bismirobbika (dengan nama tuhanmu), membaca
dengan nama tuhan muamalah dengan artian ilmu yang dilandasi dengan keimanan.
Jika iqra’ berpisah dengan bismirobbika ia akan liar dan brutal.
Metedologi itu harus sesuai dengan
situasi dan kondisi, yang baku adalah tujuan. Cara (metodelogi)
SUMBER: CERAMAH KH ZAINUDDIN MZ
(21-September-2010/12 Syawal 1431H)
Rabu, 06 Agustus 2014
ESENSI YANG DICARI
Saya
masih berkenyakinan masih banyaknya masyarakat miskin di negeri ini, hal ini
dapat dilihat saat pembagian zakat secara langsung dari orang-orang kaya pada
saat menjelang Idul fitri atau saat pembagian daging Qurban saat Idul Adha.
Banyaknya masyarkat yang dari anak-anak, ibu-ibu, sampai orang tua pun ikut berdesak-desakan
walaupun mengorbankan nyawa demi mendapatkan apa yang dibagikan saat itu. Ntah
ini fenomena kemiskina atau pemiskinan lantaran hal ini terjadi di negeri yang
sangat kaya, negeri ku Indonesia.
Kemiskinan
tidak hanya dipahami tiadanya materi seseorang. Semua kemiskinan dapat berupa
tiadanya kepedulian sseseorang terhadap orang lain dalam segala konteks yang ia
hadapi. Secara materi ia kaya, tapi jika sampai membuatnya hilang kepedulian kepada
yang tidak bermateri, maka miskinlah dia. Miskin atau tidaknya seseorang tidak
dapat di ukur dari masalah banyaknya materi belaka, namun juga aspek mental,
moral dan spiritual.
Tentang
pemahaman apa itu kaya dan apa itu miskin, kita menganggap kemiskinan itu
identik dengan rakyat kecil dan kaya itu rakyat besar itu lantaran kita
melihat dari sudut materi. Tetapi kalo dilihat dari sudut mental, moral dan
spiritual tidak seperti itu. Bisa saja dia kaya materi tapi tetapi dia sering
menipu, menyuap, korupsi, mengambil hak orang, menzalimi orang miskin, memeras
dan lain sebagainya. Sesungguhnya ia miskin mental, moral dan spiritual.
Penyakit
terbesarnya adalah individualism dan materialism yang menjangkit umat muslim
saat ini. Mereka enggan peduli lagi dengan kemiskinan yang ada disekitar
mereka. Dan enggan membagikan harta mereka buat orang yang lebih memerlukan.
Apalagi saat ramadhan dan menjelang lebaran, sebagian orang yang mampu lebih
ikhlas dan redo uangnya dihabiskan untuk membeli petasan, gak tanggung2 mungkin
uang yang dikeluarkan untuk membeli petasan besar bisa mencapai100-500 ribu
rupiah. Ketimbang harus memberikan uangnya kepada orang miskin disekitar
rumahnya, agar mereka dapat membeli daging dan kue sekedarnya pada hari
lebaran.
Belum
lagi sifat orang-orang kaya yang selalu minta di hormati dari orang yang
miskin. Penghormatan yang mereka dapat hanya lantaran setatus sosialnya bukan
karena sikap dan perilakunya sehari-hari. Kebanyakan orang kita yang mampu/kaya
sering memperlakukan orang miskin secara tidak adil (memperlakukan orang
berdasarkan setatus social). Jika orang mampu punya hajatan tugas yang berat,
susah nan kotor selalu dilimpahkan kepada orang yang miskin sementara tugas ringan,
gamapang nan bersih diserahkan untuk orang2 yang se level dengannya. Perlakuan
tidak adil ini juga terjadi saat orang yang bertamu ke rumah orang kaya, jika
yang bertamu ini teman bisnis atau pun orang yang sama sama terhormat (menurut
mereka) datang dengan mobil, sepatu mengkilap, pake dasi pastilah mereka
mempersilahkan masuk dan menyuguhkan air yang menyegargan berseta makanan
ringan. Hal ini berbanding terbalik apabila yang bertamu adalah orang miskin,
apalagi pengemis dengan sandal jepit, baju kusut, muka kusam, hitam dan
acak2an. Jangankan menyuguhkan air atau makanan ringan, mempersilahkan duduk
untuk melepaskan lelahnya pun kita enggan, atau berbasa basi menanyakan alamat
dia. Mungkin jika rumah orang kaya ini di kelilingi pagar, maka batas masuk
orang miskin atau pengemis adalah pagar itu.
Padahal
kemiskinan itu bisa diatasi dengan cara jika kita mau menyisihkan sedikit saja
dari harta mereka-mereka yang mampu. Missal dalam suatu desa memiliki kepala
keluarga(KK) berjumlah 500 dan jumlah orang yang kaya atau mampu kataknlah berjumlah
300 KK dan tiap harinya orang yang kaya tersebut mensedekahkan 1000 aja, maka
total perhari dana yang terkumpul adalah 300000 rupiah dan sebulan 9 juta rupiah (uang tersebut harus di
pegang dan di kelolah oleh orang atau lembaga yang berkompeten). Jumlah yang lumayan
besar untuk nantinya di buat modal usaha bagi para tetangga yang miskin bahkan
bisa membuka lapangan pekerjaan dari dana tersebut. Namun bagi sebagian orang
kaya enggan melakukan sedekah lantaran dikhawatirkan menghabiskan harta yang
mereka cari dengan keringan dan kerja keras. Dimana pemerintah dan para wakil
rakyat? Percayalah.…. Pemerintah dan para wakil teralu sibuk mengurusi masalah
yang mereka buat sendiri.
Sifat
individualis dan materialis ini sudah terlihat di desa penulis sendiri dimana
ada warga baru, baru beberapa bulan. Ia seorang janda yang sudah lumayan tua,
berbadan kurus dan tiap hari mencari botol minuman bekas dari satu desa kedesa
lainnya dengan sepeda mini sebagai transportasinya. Ia tinggal di rumah papan
yang masih di bawah sederhana besama anaknya laki-laki ± 20 tahunan tanpa kamar
mandi. Ya tanpa kamar mandi, bayangkan
jika rumah kita tanpa kamar mandi, dimana kita akan mandi? Mencuci? Buang air?.
Tiap harinya mereka melakukan aktifitas tersebut di sebuah parit (sungai kecil).
Lantaran masyarakat yang tidak peduli akan lingkungannya parit itu menjadi
tempat pembuangan sampah masyarakat sekitar otomatis parit itu menjadi dangkal
dan jorok. Jadilah ibu janda ini mencari tempat yang bisa digunakan untuk
mencuci pakaian dan mandi ke hulu parit itu. Setiap harinya Ia menempuh jarak ±
500 meter
dari rumah bersama anaknya membawa pakain kotor dengan sepeda mereka ketempat
pencucian kemudian pulang membawa pakaian basah dan dua ember air untuk
kebutuhan sehari-hari. Sebenarnya ini tak perlu terjadi, jika masyarakat mau
menyisihkan sedikti uang mereka sebagaimana mereka ikhlas dan redo membakarnya
dengan membeli petasan atau mercon hingga ratusan ribu rupiah. Hanya 1000 saja
dari mereka yang kaya kemudian dengan uang ini masyarakat membangun sebuah
kamar mandi buat ibu janda ini. Pastilah ibu ini tidak akan kesulitan lagi dan
mungkin hal-hal besar lainnya akan tercipta seperti tak ada lagi kemiskinan di
suatu desa, kecamatan, kota, provinsi dan tak ada lagi kemiskinan di Indonesia.
Lihatlah,
rasakanlah dan sentuhlah orang miskin di sekitar rumah kita. Makan apa mereka
hari ini? Apakah anaknya bersekolah? Layakkah baju yang ia pakai?. Bantulah
mereka lepas dari lingkaran kemiskinan, jangan sampai mereka mencuri karena
sikap kita yang individualistis dan materialistis. Perlakukan mereka secara
adil selayaknya kita memperlakukan teman dekat kita, keluarga kita, dan orang
yang sederajat dengan kita. Hormati dan hargai mereka sebagaimana kita inginkan
itu. Berikan barang-barang yang berguna kepada mereka, bukan barang sisa atau
pun bekas yang kita sendiri enggan menggunakannya. Mereka miskin mereka manusia
juga
Al Quran Surat Al Ma'un ayat 1- 7
Al Quran Surat Al Ma'un ayat 1- 7
M÷uäur& Ï%©!$# Ü>Éjs3ã ÉúïÏe$!$$Î/ ÇÊÈ Ï9ºxsù Ï%©!$# íßt zOÏKuø9$# ÇËÈ wur Ùçts 4n?tã ÏQ$yèsÛ ÈûüÅ3ó¡ÏJø9$# ÇÌÈ ×@÷uqsù ú,Íj#|ÁßJù=Ïj9 ÇÍÈ tûïÏ%©!$# öNèd `tã öNÍkÍEx|¹ tbqèd$y ÇÎÈ tûïÏ%©!$# öNèd crâä!#tã ÇÏÈ tbqãèuZôJtur tbqãã$yJø9$# ÇÐÈ
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan
agama?
2.
Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3.
Dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin.
4.
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5.
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6.
Orang-orang yang berbuat riya
7.
Dan enggan (menolong dengan) barang berguna
Untuk
harta mu, darimana kamu dapat dan kemana kamu habiskan‼
Langganan:
Postingan (Atom)